Sabtu, 27 April 2013

♥ Sebuah Letupan Morfem Cinta ♥

                                       Membara yang                                                                 mengukir dalam

            Kesucian. Memberi seribu                                               makna dalam diri. Dalam

                    Letupan yang mengikis sudut motif                     yang terasir di atas selembar kertas putih         

           Menyongsong kedalam relungan jiwa yang        membawa air menerpa dalam derasnya takjub 

       Keindahan. Menerkam dalam jiwa tak hempas      oleh semilir  angin. Tercatatlah  aku  dalam  darah

Mengalir. Turut serta membawa aku kedalam lantunan yang kini mensyairkan bait puisi. Syahdu setiap

morfem yang terucap dalam  alunan syair yang terbaitkan setiap sajak. Tersusun paraf di dalam lirih kini

 kesenduhan parasnya kain  sutra  yang  merajut  dalam  benang lekuk ombak yang senada.  Melukiskan

  kegemerlapan warna yang terasir oleh tirai kantuk kelopak mataku. Memberi warna tersendiri dalam  

  kesenjaan teronggok dalam sorotan penglihatanku. Gelap dalam segaris pena. Merengkuk dalam isak

    air yang mengguyur. Memberi kegemerlapan titik terang sepercik cahaya menyulam dalam benang

       kesucian kurajut dalam sesak nafasku. Detak jantungku mulai  berlari. Sehelai   yang  kutorehkan

           dalam gengam tanganku ku abaikan  menjadi  saksi riwayat hidupku. Tampak wajah   kini        

 menggaraikan sejuta impian. Bilik kanan-bilik kiri, serambi kanan-serambi kiri mulai

      beradaptasi dalam satu empedu terhembus senafas sedetak jantung. Dermaga

           darah menyeruakkan isi yang terkutip dalam satu ion  dan lima morfem

              yang kini kugenggam dalam diriku. Berdebur detak jantung ketika

                     aku melantunkan satu ion yang terdiri lima morfem dalam

                         lubuk hati yang kini mendesir dalam diriku kulantunkan                                           

                                dalam   ucap  bibirku  dalam  seikat  kesucian                      

     K A S I H memberi sejuta S A Y A N G

  Dalam   sebuah kutip makna

             C   I   N   T   A




Juara kembali di tanganku "Juara III DAI (Dakwah Agama Islam)"

       Alhamdulilah, ucapan syukur yang tiada hentinya saya panjatkan kepada sang pencipta Alam dan sang mengabulkan doa yaitu ALLah SWT atas karunia yang telah engkau berikan pada hambamu ini. Tepatnya pada Minggu, 17 Februari 2013. saya memperoleh juara tiga lomba DAI (Dakwak Agama Islam) dalam rangka 1th Anniversary Hijabers Gresik di gedung WEP Gresik . Saya menjadi peserta ke empat dari sekian peserta . walau dengan persiapan yang menurutku pas-pasan untuk mengikuti lomba ini.  jarang ada waktu untuk berlatih karena kesibukan tugas kuliah yang terus memadati. dengan keyakinan yang kuat dan bismillah saya mengikutti lomba DAI. harapan menang adalah akhir bagiku. karena tujuan pertama adalah mencari sebuah pengalaman. sudah sekian lama saya tak mengikuti lomba seperti ini sekitar 4 tahun silam. ketika SD dan SMP lomba semacam DAI dan pidato sering aku ikuti untuk mewakili sekolah. dan alhamdulillah dari sekian lomba yang pernah aku ikuti. pernah aku menjuarai juara 1 lomba pidato dan juara harapan 1 lomba DAI seIPPNU. untuk mengikuti lomba ini aku tak mewakili dari intensi manapun, namun karena niatan ingin mencari sebuah pengalaman saja.

             Acara di mulai pada jam 7,namun jadi ciri khas orang Indonesia yang selalu menggunakan jam karetnya jam setengah 9 baru dimulai. selama menunggu beberapa jam saya berkenalan dengan peserta-peserta lomba. ternyata semua peserta lomba hampir dari pondok pesantren, ada yang dari pondok jombang dan ada juga dari pondok-pondok yang berada di kota gresik. hanya saya yang berpendidikan umum kuliah yang tak berbekal mendalami agama semestinya. Sebelum acara dimulai peserta lomba mengambil nomor undian, tepatnya saya dengan urutan nomor 4. Satu persatu peserta DAI menampilkan dakwahnya. wiih sangat menakjubkan, tampilan peserta lomba DAI yang keren abis. penampilan ada selakyanya seperti peDAI yang sudah mahir setara ustadzah. Peserta lomba dengan DAI yang menggunakan bahasa arab, ada yang berdakwah selayaknya ustadzah yang ada diacara pengajian alah teh nini. semakin berdetak penuh debukkan rasa khawatir ketika melihat penampilan mereka. Merasa salut dengan anak remaja Gresik banyak yang pandai berDAI. Ketika giliran nomor urut saya dipanggil. saya maju kedepan, dan menyampaikan dakwah saya bertemakan "keutamaan Hijab" dengan judul "Berhijab adalah Wujud Wanita Surga". Setelah penampilan dakwah saya selesai. komentar dari MC memberi sambutan takjub kepada saya tentang apa yang saya sampaikan. dan senyum dari para dewan juri. setelah semua penampilan dakwah usai. peserta lomba diizinkan pulang dan kembali dimalam hari pada acara pngumuman pemenang lomba.
              Menunggu hasil pengumuman pada malam hari, padahal malam ini di keluarga saya ada acara khoul nenek dan kakek saya, namun kehadiran untuk pengumuman di harapkan datang. sebelum pengumuman pemenang-pemenang lomba dimulai ada acara pemilihan miss hijabers gresik, dan talk show dengan meydasafira artis pemain sinetron maupun film yaitu film ketika cinta bertasbih. selain itu juga ada penampilan dari sunny yang pernah memenangngkan girlband yang diadakan di SCTV.
            Tepatnya jam 23:00 WIB pengumumanpun belum saja di umukan,  rasa kesal dan ingin pulang semakin nyata. karena besok pagi saya harus balik ke surabaya untuk aktivitas berkuliah seperti biasanya. dan kedua orang tua saya sudah berkali-kali menelpon menyuruh untuk pulang kerumah karena waktu yang sudah larut malam. Akhirnya pengumuman. nama saya tersebut dahulu untuk menjuarai tiga di lomba DAI. sebenarnya tidak nyangka juga karena saingan peserta lomba yang sangat profesional saya bisa menjuarai walau bukan yang pertama. piala, piagam, uang, dan hadiah dari sponsor-sponsor acara sangat banyak. tanganpun tak kerepotan untuk membawanya.
              Ketika tergesah-gesah pulang, teman saya paggil saja Nina yang mengajak untuk menyempatkan foto bersama Meydasafira. Merasa senang berdiri di sebelahnya dan bersalaman dengan artis yang berstatus wanita muslimah. Aduhai meydasafira memang benar wanita muslimah yang cantik dan berbudi pekerti yang baik sebagai wanita sholehah.
             Sering memenangkan lomba semacam ini. Sebenarnya ada rasa harapan ingin menjadi seorang dakwah dikemudian hari , namun pengetahuan tentang keagamaan yang kurang berpengetahuan karena saya belum bergelut sebuah pondok pesantren. hanya sebatas ilmu agama yang diajarkan oleh abah dan di dunia pendidikan sekolah yang belum mencakup mendalam.

Puisi Grafis "Lika-liku Kehidupan"

Lika-liku kehidupan
           lika-liku berputar berpaling tanpa sealunan lirik suara yang berlantunan dengan setepak pada barisan ombak tentang gurun kehidupan
melangkah seiring lengkupnya kenyataan yang terhampar sorotan yang samar mengais kehidupan debu berlekuk merajut titk terang.
         
          Puisi itu dinamakan puisi grafis dimana puisi yang di desain khusus dengan gambaran yang memilki makna yang berhubungan dengan isi puisi agar menarik untuk di baca selain itu agar para pembaca baik apresiator mudah mengapresiasikan isi puisi tersebut.
          Saya membuat puisi grafis yang berjudul tentang lika-liku kehidupan ini terinspirasi dari kehidupan manusia yang terjadi di dunia ini. dimana kehidupan memilki jalan yang tak pernah lurus seperti halnya. namun, kehidupan manusia pasti memilki jalan berliku-liku. dan sebuah kehidupan setelah melewati lika-liku pada perjalanan hidupnya pasti akan menemukan titik terang dalam kehidupannya . 
            Mengapresiasikan karya sastra, seperti drama, cerpen, novel maupun puisi. semua bergantung seorang apresiator. Dimana menikmati karya puisi grafis ini untuk seorang apresiastor yang mengapresiasikan dengan cara melihat dan membaca puisi grafis ini akan mengapresiasikan dengan cara menggaulinya. Untuk itu apabila saya membuat puisis grafis ini untuk memberi kebebasan para pembaca untuk mengapresiasikan puisi grafis karya saya. Karena setiap apresiator mempunyai apresiasi berbeda-beda tentang apa yang diapresiasikan.
                Apabila kita ingin mengapresiasikan sebuah puisi grafis ini  dengan teori sastra melalui pendekatan akan lebih bermanfaat. Bahwa karya sastra sesungguhnya memilki arti dalam realita kehidupan maupun sosial. Bagi seorang awam yang tak mengetahui dunia sastra ingin mengapresiasikan yang sebenarnya, maka alangkah baiknya mempelajari dulu tentang pendekatan-pendekatan sastra dalam mengapresiasikan. pendekatan sastra itulah yang akan menggauli untuk mengapresiasikan sebuah karya sastra.

seukir morfem cinta dalam hidupku

                                       Membara yang                                                                 mengukir dalam
            Kesucian. Memberi seribu                                               makna dalam diri. Dalam
                    Letupan yang mengikis sudut motif                     yang terasir di atas selembar kertas putih        
            Menyongsong kedalam relungan jiwa yang        membawa air menerpa dalam derasnya takjub 
       Keindahan. Menerkam dalam jiwa tak hempas      oleh semilir  angin. Tercatatlah  aku  dalam  darah
Mengalir. Turut serta membawa aku kedalam lantunan yang kini mensyairkan bait puisi. Syahdu setiap
morfem yang terucap dalam  alunan syair yang terbaitkan setiap sajak. Tersusun paraf di dalam lirih kini
 kesenduhan parasnya kain  sutra  yang  merajut  dalam  benang lekuk ombak yang senada.  Melukiskan
  kegemerlapan warna yang terasir oleh tirai kantuk kelopak mataku. Memberi warna tersendiri dalam  
  kesenjaan teronggok dalam sorotan penglihatanku. Gelap dalam segaris pena. Merengkuk dalam isak
    air yang mengguyur. Memberi kegemerlapan titik terang sepercik cahaya menyulam dalam benang
       kesucian kurajut dalam sesak nafasku. Detak jantungku mulai  berlari. Sehelai   yang  kutorehkan
           dalam gengam tanganku ku abaikan  menjadi  saksi riwayat hidupku. Tampak wajah   kini        
 menggaraikan sejuta impian. Bilik kanan-bilik kiri, serambi kanan-serambi kiri mulai
      beradaptasi dalam satu empedu terhembus senafas sedetak jantung. Dermaga
           darah menyeruakkan isi yang terkutip dalam satu ion  dan lima morfem
              yang kini kugenggam dalam diriku. Berdebur detak jantung ketika
                     aku melantunkan satu ion yang terdiri lima morfem dalam
                         lubuk hati yang kini mendesir dalam diriku kulantunkan                                           
                                dalam   ucap  bibirku  dalam  seikat  kesucian                      
     “ K A S I H memberi sejuta S A Y A N G”
  Dalam   sebuah kutip makna
             C   I   N   T   A “

Selasa, 23 April 2013

Gerbang Puisi

Selamat datang di lembaran penuh goresan puisi kehidupan, ilmu, seorang mahasiswa jurusan pendidikan bahasa dan sastra indonesia